Selasa, 28 Juni 2011

Burung Kakaktua Mengalahkan Kecerdasan Primata

Author: Tempo Interaktif

Fakta yang tidak terelakkan memang ternyata burung paruh bengkok atau Burung Kakaktua ternyata mampu mengambil kesimpulan logis. Sebuah studi terhadap seekor Burung Kakaktua abu - abu bernama Awisa menunjukkan bahwa Burung Kakaktua itu menggunakan logika berpikir untuk mengetahui di mana makanan di sembunyikan. Mungkin saja kamu terbiasa menemukan kecerdasan yang luar biasa dari Hewan Peliharaan kamu di rumah seperti kucing dan anjing ataupun jenis primata, akan tetapi ternyata Burung Kakaktua lebih unggul kecerdasannya.

Tugas yang di selesaikan dengan baik oleh Awisa itu adalah sesuatu yang dapat dipahami oleh anak yang masih berusia empat tahun. Meski tugas itu sederhana, satu-satunya binatang lain yang memperlihatkan kemampuan untuk melakukan pemahaman semacam ini adalah kera besar. Kemampuan tersebut menjadikan
Burung Kakaktua abu - abu sebagai binatang non - primata pertama yang mendemonstrasikan kecerdasan logis.

"Kini kami mengetahui bahwa
Burung Kakaktua abu - abu mampu secara logika mengeluarkan peluang yang salah dan memilih peluang yang benar untuk memperoleh hadiah, yang dikenal sebagai 'pengambilan kesimpulan dengan pengecualian,'" kata Sandra Mikolasch, kandidat doktor di University of Vienna, Austria, peneliti studi tersebut.

Kakaktua adalah salah satu burung pintar. Salah satu
Burung Kakaktua abu - abu (Psittacus erithacus) yang terkenal akan kepandaiannya adalah Alex. Burung itu bahkan memahami konsep "nol", sesuatu yang tidak dimengerti anak-anak hingga mereka berusia 3 atau 4 tahun. Alex, yang mati pada 2007, hafal kosakata hingga 150 kata yang digunakannya dalam berkomunikasi dua arah dengan peneliti yang bekerja dengannya.

Binatang lain juga terbukti memiliki kecerdasan tinggi. Gajah, misalnya, tahu kapan dan bagaimana harus bekerja-sama. Hyena juga mampu bekerja-sama jauh lebih baik ketimbang primata. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa sekitar satu dari lima ekor simpanse dan kera besar lainnya dapat menggunakan alasan logis untuk menemukan makanan yang sengaja di sembunyikan.

Untuk melihat apakah burung dapat melakukan tugas yang sama, Mikolasch dan timnya melatih tujuh ekor
Burung Kakaktua abu-abu untuk memilih salah satu dari mangkuk yang di dalamnya terdapat makanan yang mereka lihat di sembunyikan di situ dan sebuah mangkuk kosong. Begitu Burung Kakaktua itu belajar bagaimana cara untuk memperoleh camilan dengan memilih mangkuk yang benar, Mikolasch merancang sebuah eksperimen untuk menguji kemampuan mereka mengambil kesimpulan dengan pengecualian.

* Untuk kamu yang ingin mendapatkan update harga, silahkan cek: Grosir Baju Murah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar